Most Popular
This Week
BOLA HALUWA' (Tempat Berkhalwat)
Bola Haluwa' – Tempat Khalwat di Tangkit Baru Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa (Puang Petta Haji Dunni) Bola Ha...
Arsip Tangkit Baru
Pelantikan Kepala Desa Pertama Drs. H. Andi Sanisiyu (Puang Petta H.Dunni) Di Pondok Pesantren Raudlatul Muhajirin Oktober 1988 ...
Putra - Putra Syekh Muhammad Sa'id
Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad), ulama dan tokoh perintis Desa Tangkit Baru Putra-Putra Syekh Muhammad Sa’id N...
ASAL USUL NAMA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru adalah nama yang baru setelah adanya pemekaran, Nama desa tangkit baru adalah jelmaan dari kampung baru RT 05 tangkit ya...
PEJUANG-PEJUANG PEMBANGUNAN DESA TANGKIT BARU
Berikut ini adalah tokoh-tokoh pejuang terpenting pembangunan Desa tangkit Baru gelombang pertama pada tahun 1968-1972. 20 Orang perintis a...
Biografi singkat Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad)
Biografi Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad) Pelita Ruhani dan Perintis Desa Tangkit Baru Di tengah hamparan rawa-rawa Jam...
DAFTAR KEPALA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru semula hanya merupakan sebuah RT 5 Kampung Baru Tangkit, Kemudian diberi nama menjadi RT 5 Kampung Baru Tangkit dan t...
Baso Patolai tentang kesejahteraan masyarakat Desa Tangkit Baru
Baso Patolai bergegas menemui tiga kawannya. Satu soal penting yang selama ini terus menghantui sarjana peternakan itu akan jadi topik o...
Dodol Nanas Tangkit Baru
Dodol Nanas Tangkit Baru TUMPUKAN buah nanas banyak ditemukan di sepanjang jalan Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten M...
Arief Sukses dengan Kolam Ikan 1 Hektar
Kolam ikan milik Arief yang luasnya mencapai 1 hektat Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi m...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Latest News
Agama, Kegiatan, Sejarah, Tokoh dan pejuang
Bola Haluwa' – Tempat Khalwat di Tangkit Baru

Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa (Puang Petta Haji Dunni)
Bola Haluwa' adalah istilah dalam bahasa Bugis yang berarti Rumah Khalwat atau Pondok/Tempat untuk Berkhalwat. “Bola” berarti rumah, sedangkan “Haluwa'” merujuk pada khalwat—yakni praktik menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Khalwat adalah tradisi dalam tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyepi. Mereka yang menjalani khalwat adalah para pelaku
Bola Haluwa' milik Syekh Maulana Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa Di Desa Tangkit Baru, salah satu Bola Haluwa' yang terkenal adalah milik putra ke-3 Syekh Muhammad Sa'id, yaitu Syekh Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa, atau lebih dikenal dengan Puang Petta Haji Dunni. Rumah ini terletak di Parit 9 / RT 09. Bola Haluwa' ini berbentuk rumah panggung yang cukup tinggi, terdiri dari beberapa lantai. Lantai dasarnya terbuat dari semen, sementara lantai dua dan bagian atasnya terbuat dari papan dan beratapkan seng. Rumah ini dapat menampung banyak pe-dzikir atau pelaku suluk, dan sengaja dibangun agak jauh dari jalan utama. Kemungkinan besar hal ini disengaja untuk menjaga suasana yang tenang dan sunyi, sesuai pepatah Bugis: Massino-sino ri tengngana tau ega'e (Menyendiri di tengah keramaian manusia). Para murid dan jamaah di lingkungan Bola Haluwa' Syekh Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa adalah Mursyid ke-44-3 dalam Thariqah Khawatiyah Sammaniyah, yang dibai’at langsung oleh ayah beliau, Syekh Muhammad Sa'id, Mursyid ke-43. Teknik dzikir yang diajarkan ayahnya juga beliau terapkan kepada para murid dan muhibbin di Bola Haluwa'. TPA Assanis di Bola Haluwa' (tahun 90-an) Pada tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Bola Haluwa' aktif digunakan untuk khalwat dan kegiatan dzikir. Setelah itu, rumah ini beralih fungsi menjadi TPA Assanis, yang tetap dipimpin langsung oleh Syekh Abdul Kabir hingga wafatnya pada Mei 2008. Sesuai wasiat beliau, makam beliau kini berada di Bola Haluwa' tersebut. Saat ini, kegiatan TPA Assanis dilanjutkan oleh anak (Putri) ke-3 beliau dan kini berlokasi di depan Masjid Assaidiyyah, RT 05, Desa Tangkit Baru. Daftar Nama-nama yang mengisi di pondok / Bola Haluwa' Pencat silat Tsakut Tsati' Bola Haluwa' ini juga pernah di jadikan tempat latihan pencak silat bernama Tsakut Tsati dibawah kepemimpinan beliau.
Gotong royong kebersamaan santri di sekitar Bola Haluwa' Makam Syekh Maulana Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa di Bola Haluwa' Lokasi Makam Syekh Maulana Al Hajji Abdul Kabir Shohibul Khutubi Tsalasi - Desa Tangkit Baru - Muaro Jambi. 📍 Lokasi: Lihat di Google Maps Makam Beliau kini menjadi salah satu sejarah spritual di Desa Tangkit Baru dan salah satu makam yang ramai di kunjungi (Ziarah) baik masyarakat Desa Tangkit Baru, maupun dari luar, yang di masukkan menjadi daftar wisata religi di propinsi jambi.
Kunjungan Safari Manaqib MTQN Ponpes Suryalaya Jawa Barat ke Jambi - Desa Tangkit Baru Kunjungan Penggerak Thinbun Nabawi kabupaten Muara Bungo Kunjungan Team Pencari Fakta Makam Wali Di Muaro JambiRumah Khalwat di Desa Tangkit Baru

Peran Syekh Abdul Kabir sebagai Mursyid

Transformasi Menjadi TPA Assanis
Bola Haluwa' dan Kegiatan Lainnya



Makam Syekh Maulana Al- Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa



Sejarah, Tokoh dan pejuang
Putra-Putra Syekh Muhammad Sa’id
| No | Foto Putra | Nama Dan Gelar Bangsawan | Gelar Mursyid | Tahun Lahir – Wafat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ![]() |
A.G. H. Andi Tolla (Puang Petta Haji Billa') | Maulana Al-Hajj Abdus Shomad Sayyidul A’dzhom | Lahir: 1942 – 13 Dzulqaidah 1433 H. Wafat: Desa Tangkit Baru, 29 September 2012 |
| 2 | ![]() |
A.G. H. Andi Samsul Bahru ( Petta Haji Jaga ) | Maulana Al- Hajj Abu Bakrain Shodiqil Adli | Lahir: 1943 – |
| 3 | ![]() |
A.G. Drs. H. Andi Sanisiyu (Puang Petta Haji Dunni) | Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shahibul Kutubits Tsalatsati | Lahir: 1948 M. Wafat: Desa Tangkit Baru, 2008 M |
| 4 | ![]() |
A.G. H. Andi Pawellangi (Petta Hajji Kasau) | Maulana Syekhi Al Hajji Abdur Razakil Mathlubi | Lahir: Wajo, Jum'at, 10 Juni 1949 M |
| 5 | ![]() |
A.G. Andi Martunis (Puang Petta Khaidir bau) | Maulana Abdul Hamid Tajul Karomah | Lahir: Wajo, Selasa, 6 Juli 1954 M/Dzul Qa'dah 1373 - *** |
| 6 | ![]() |
A.G. H. Andi Abdus Salam ( Puang Petta Haji Maula) | Maulana Al-Hajj Abdus Salamil Mab’utsi | Lahir: Wajo, Selasa, 5 Juni 1956 M / Syawal 1375 H - *** |
| 7 | ![]() |
A.G. Drs. Andi Zainal Abidin (Puang Petta Rabbi) | Maulanan Habibir Rahmanil Amin | Lahir: Wajo, Sabtu, 30 Januari 1960 M / Sya'ban 1379 H- *** |
| 8 | ![]() |
A.G. Drs. Andi Padjung (Puang Petta Zul'aifi) | Maulana Safwatir Rahmanil Halim | Lahir: Pekkabata, kab. Pinrang, Sabtu, 12 Januari 1963 M / Sya'ban 1382 H - *** |
Agama, Desa Tangkit Baru, Sejarah, Tokoh dan pejuang
Biografi Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad)
Pelita Ruhani dan Perintis Desa Tangkit Baru
Di tengah hamparan rawa-rawa Jambi yang sunyi dan belum tersentuh pembangunan, muncullah seorang lelaki sederhana, bersarung, dan peci bugis (songkok bugis). Ia datang bukan membawa kekuasaan, melainkan cahaya ilmu, keyakinan, dan doa. Dialah Syekh Muhammad Sa’id, yang dikenal pula sebagai Puang Muhammad, seorang ulama yang kelak menjadi poros utama terbentuknya desa Tangkit Baru.
Tangkit Baru dulu bukanlah tempat yang mudah dihuni. Hutan rawa, Air hitam, binatang buas, dan belukar lebat adalah teman sehari-hari bagi siapa pun yang tinggal. Namun Syekh Muhammad Sa’id melihatnya bukan sebagai kesulitan, melainkan kesempatan perjuangan. Ia memimpin bukan dengan suara keras, tapi dengan keteladanan dan kesabaran. Bersama para Putra dan perintis lainnya, ia membuka jalan, membersihkan lahan, dan membangun perkampungan yang kelak menjadi tempat bernaung generasi masa depan.
Syekh Muhammad Sa’id dikenal masyarakat sebagai guru ruhani yang mendalam. Ia mengajarkan tawadhu’, tauhid, dan amaliyah nyata. Beliau tidak hanya mendirikan majelis ilmu, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam suka dan duka, menengahi konflik, dan memberi nasihat dengan kalimat yang penuh hikmah. Setiap petuahnya menyentuh, dan setiap gerak-geriknya mencerminkan kebijaksanaan seorang wali Allah.
Meski tak banyak peninggalan fisik yang bisa disentuh, namun warisan Syekh Muhammad Sa’id hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Tangkit Baru. Ia mewariskan akhlak, keberanian, dan visi hidup Islami. Para orang tua masih menyebut namanya dalam doa, dan para cucunya tumbuh dengan mendengar cerita tentang beliau. Ia adalah sosok yang membentuk wajah kampung—dari segi batin, bukan sekadar bangunan.
Hari ini, ketika pembangunan berdiri megah dan jalan-jalan telah terbuka, nama beliau perlahan mulai memudar di ingatan generasi muda. Tapi sejarah sejati tidak pernah mati. Ia hanya menunggu untuk dihidupkan kembali. Melalui halaman ini, kita ingin mengabadikan jejak beliau, agar Tangkit Baru tidak lupa dari siapa ia berasal, dan agar anak cucu tahu: desa ini dibangun bukan hanya dengan Cangkul dan Kapak, tapi dengan dzikir, air mata, dan ketulusan seorang ulama bernama Syekh Muhammad Sa’id.
Semoga Allah SWT merahmati beliau, mengangkat derajatnya di sisi para wali-Nya, dan menjadikan kita bagian dari penerus perjuangan beliau. Amin.
Sejarah, Tokoh dan pejuang
![]() | |
| Pelantikan Kepala Desa Pertama Drs. H. Andi Sanisiyu (Puang Petta H.Dunni) |
![]() |
| Di Pondok Pesantren Raudlatul Muhajirin Oktober 1988 |
| |
| Bola Tandre berdiri pada tahun 1985 |
![]() |
| Pada 8 Januari 1986 Balai Desa Tangkit Baru mendapat hadiah tahun baru yaitu genangan air, dimana pada banjir pada saat itu merata disuluruh Indonesia |
![]() |
| Bola Loppo'E/Rumah Besar Adalah Kediaman Puang Muhammad ( Syekh Muhammad Said ) pendiri Desa Tangkit Baru dimana rumah beliau juga menjadi pusat pemerintahan desa, Gambar diatas selepas Maulid Nabi. |
![]() |
| Pemasangan Batas Desa |
![]() |
| Bola Loppo'E |
Sejarah, Tokoh dan pejuang
20 Orang perintis awal Pembagunan Desa Tangkit Baru pada tahun 1968 dengan luas 1500 hektar bujur sangkar dan wilayah hutan rimba itu diberikan cuma-cuma oleh bapak gubernur kepala tingkat 1 jambi kepada pimpinan sesepuh tranmigrasi spontan Syekh muhammad said bin muhammad yunus. Adapun anggota-anggotanya sebagai berikut :
1. Syekh muhammad said (puang muhammad)
2. Andi tolla' (puang petta haji billa')
3. Andi samsul bahru (puang ARL.petta haji jaga)
4. Andi sanisiyu (puang petta haji dunni)
5. Andi pawellangi (puang petta haji kasau)
6. Nurdin taqwa (daeng patau)
7. Abdul gaffar MR (daeng macenning)
8. Abdul gani MR (daeng mattola)
9. Nuhudakik (daeng pabilla)
10. La Cak (daeng matteru)
11. Baderuddin LW (daeng palallo)
12. Hamzah paragai (daeng matajang)
13. Ahmad/ambo iyye' (daeng madimeng)
14. Muhammad ali hanafi (daeng manurung)
15. M.yakub (daeng masua)
16. M.jafar (daeng maggading)
17. M.musa (daeng paware)
18. M.saleng S (daeng palallo)
19. B.mansur ashaf (kali baso)
20. Ambo' ella' <-- photo tidak ada.
Untuk merealisir kepastian tercapainya rencana pembangunan Desa Tangkit Baru, anggota-anggota tersebut membuat pernyataan dan masing-masing bertanda tangan MENYATAKAN lebih mementingkan urusan pembangunan Desa dari pada urusan diri pribadinya sendiri.
Pada tahap ke 2 Anggota A.G.R bertambah 11 orang pada tahun 1972. Adapun di antaranya
Click to see fullsize
1. Andi martunis (puang petta bau')
2. Syamsul paragai
3. Abdul hafis (daeng malinta)
4. Lamandang (H.mandang)
5. M.yunus MD
6. Baso nurdin
7. Basput nasir (daeng simpoang)
8. Abdul muin S <---- tida ada photo
9. Muhammad rafiq
10. M.arifin MD
11. Baso barang.
Tokoh-tokoh terpenting di pembangunan desa tangkit baru yang tidak termasuk anggota A.G.R (anggota gotong royong) akan tetapi memiliki peranan atas keberhasilan pembangunan desa.
Click to see fullsize
1. M.sanusi jafar (daeng mallifu)
2. Safyana (H.daeng palallo)
3. Muhammad fudail (daeng pasangka)
4. M.yunus (daeng makkone)
Sejarah, Tokoh dan pejuang
Desa Yang baru lahir ini dikepalai oleh seorang kepala desa yang pertama kalinya di jabat oleh Putra ke III dari Puang Muhammad (Syekh Muhhammad Said), di antaranya sebagai berikut :
1. Drs. H. Andi Sanisiyu (1984 - 1992) Putra ke III Puang Muhammad
2. Drs.Erwan Malik PJS (1992 - 1993)
3. M. Sanusi ja'far. (1993 - 5 mai 1995) Sesepuh Desa
4. Drs. Andi Zainal Abidin (1995 - 19** ) Putra keVII Puang Muhammad
5. Andi Arifubillah (19** - 20**) Cucu Puang Muhammad Click to see fullsize
6. Andi Bahru Alam (20** - 20**)Cucu Puang MuhammadEnlarge this image
- Pendidikan Agama Swasta (Pondok Pesantren)
- Pendidikan Umum (SD Negeri) yang dibangun pemerintah tahun 1983
- H. Andi Tolla Petta Billa
- H. Andi Bahru Petta Jaga
- Drs. H. Andi Sanisyu Petta Dunni
- H. Andi Pawellangi Petta Kasau
- Andi Martunis Petta Haidir Bau
- Andi Abdussalam Petta Maula
- Drs. Andi Pajung Petta Zulaifi
- Hj. Siti Arifah dg. Tasa'na
- Hj. Anisah dg. Masoji
Agama, Pendidikan, Sejarah
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin di Desa Tangkit Baru
Gambar: Pondok Pesantren Raudhotul Muhajirin 2024.
Desa Tangkit Baru dibangun dari dasar hutan lebat dan rawa-rawa hingga sampai menjadi sebuah desa yang cukup dikenal, baik di daerah maupun pusat. Pembangunan Desa Tangkit Baru tersebut berpedoman di atas dasar Agama, dan atas dasar Agamalah yang menjadi pedoman akan melahirkan keyakinan bahwa segala rencana/pelaksanaan yang jujur, semata-mata karena Allah, akan dikabulkan sesuai maksud dan tujuan seseorang.
Sama halnya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, azas utamanya adalah Agama. Hal ini tercermin dalam sila pertama Pancasila: "Ketuhanan yang Maha Esa". Bila seseorang mengamalkan sila pertama dengan sungguh-sungguh, maka jelas sila-sila lainnya pun ikut diamalkan karena sila pertama adalah induk dari sila lainnya.
Pembangunan Desa Tangkit Baru memprioritaskan bidang Agama dan Pendidikan, disamping pembangunan sarana jalan, parit, pertanian, hingga perikanan dan koperasi. Namun pada kesempatan ini, admin akan memfokuskan pada bidang pendidikan agama yang menjadi prioritas utama Syekh Muhammad Sa’id dengan penuh rasa tanggung jawab.
Pendidikan yang Dimulai oleh Syekh Muhammad Sa'id
Pada masa beliau, pendidikan dibagi dalam dua jalur:
Selain itu, SMP Negeri 46 Muaro Jambi juga dibangun pada tanggal 10 Juni 2010, setelah masa beliau.
Pondasi Awal Pondok Pesantren
Pada awal tahun 1973, Syekh Muhammad Sa’id memulai pendidikan agama malam hari selepas sholat Isya' dan tengah hari sesudah bekerja. Pengajian dimulai dengan mempelajari Tafsirul Qur'an dari Juz Pertama, diikuti oleh putra-putra beliau dan anak-anak sekitar. Selain itu, beliau juga mengajarkan Bahasa Arab dan kitab-kitab agama lainnya.
Tempat pengajian dilakukan di Bola Lampe (Lihat gambar di bawah) atau disebut juga bedeng penampungan, di mana para santri hanya duduk di lantai.
Gambar: Bola Lampe (Bedeng Penampungan), tempat pengajian awal para santri.
Gambar: Putra Pertama Syekh Muhammad Sa'id yaitu Maulana Al-Hajji Abdus Shomad ( Puang Petta Haji Billa' beserta santri lain di Pondok Penampungan atau Bola Lampe Parit 2.
Pembangunan Musholla dan Madrasah
Di akhir tahun 1973, pemerintah memberikan bantuan berupa sebuah Surau (Musholla) yang dibangun di Parit 04, di samping rumah Syekh Maulana Abdul Hamid Tajul Karomah (Puang Petta Khaidir Bau'). Pengajian tetap dilakukan setiap malam setelah sholat Isya'. Seiring bertambahnya santri, dibangunlah madrasah darurat dengan meja dari kayu bulat, atap dari daun alang-alang, dan dinding dari daun nipah dan kulit kayu durian hutan.
Karena tidak layak pakai, madrasah tersebut dipindahkan sementara di bawah rumah panggung milik Syekh Maulana Abdul Kabir Shohibul Khutubi Tsalasi (Puang Petta Haji Dunni).
Resmi Berdiri: Raudhatul Muhajirin
Pada tahun 1976, Syekh Muhammad Sa’id memprakarsai pendirian lembaga pendidikan Islam dengan jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang diberi nama Raudhatul Muhajirin. Proses belajar masih dilakukan di Surau/Musholla bernama Nurullah karena keterbatasan dana.
Setahun kemudian dibuka jenjang lanjutan: Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun. Berkat dukungan masyarakat, beberapa tahun kemudian berhasil dibangun gedung madrasah semi permanen seluas 432 m² dengan enam lokal.
Gambar: Gedung Madrasah Aliyah Raudhatul Muhajirin tahun 1988.
Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin
Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin didirikan oleh Syekh Muhammad Said ibn Syekh Muhammad Yunus yang diwakilkan kepada 4 putranya, sebagai berikut:
Pada tahun 2019, dilakukan pembaharuan akte notaris dan pembinaannya terdiri atas 5 orang yang memiliki tugas menjadi pengurus dari para pendiri, di antaranya:
Catatan Tambahan
Musholla yang dulu berada di samping kediaman Syekh Maulana Abdul Hamid Tajul Karomah pernah diangkat ramai-ramai oleh warga dari RT 04 ke RT 05. Bekas lokasi musholla itu kini dijadikan lapangan pencak silat Al-Karamah.
Bermula dari Ladang Nanas
Gambar: Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin Parit 5/Rt 5 tahun 2012.
Drs. H. Andi Sanisuyu atau Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa putra ke 3 Syekh Muhammad Sa'id selaku salah seorang pendiri Pondok Pesantren Raudhatul Muhajirin mengungkapkan di dalam catatan beliau semasa hidupnya, latar belakang berdirinya Ponpes Raudhatul Muhajirin ialah ketika tahun 1968 seorang warga Sulawesi Selatan yang berhijrah ke Jambi.
Syeikh Muhammad Said bin Muhammad Yunus (Fuang Muhammad), beserta rombongan tiba di Jambi dan membuka lahan pertanian nanas seluas 1500 hektar di Kampung Baru Tangkit, sekitar 10 km dari pusat kota Jambi atas bantuan pemda setempat.
Setelah menetap lebih kurang delapan tahun di sana, tepatnya tahun 1976, Syeikh Muhammad memprakarsai dibentuknya suatu lembaga pendidikan yang berorientasi ke Islam dengan jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Atas prakarsanya juga, madrasah itu kemudian diberi nama Raudhatul Muhajirin.
Proses belajarnya sendiri waktu itu masih berlangsung di Surau (mushalla), karena masyarakat waktu itu belum mampu membangun sarana yang permanen. Setahun kemudian, dibuka pula sekolah lanjutan tingkat pertama yakni Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun.
Setelah beberapa tahun berjalan, atas dukungan masyarakat sekitar akhirnya berhasil dibangun sebuah gedung madrasah semi permanen yang terdiri dari enam lokal dengan luas bangunan seluruhnya 432 m2. Tahun 1988, pendidikan di lingkungan ponpes Raudhatul Muhajirin pun semakin berkembang, setelah Madrasah Aliyah dibentuk.
Semoga sejarah ini menjadi penyemangat kita dalam membangun generasi Qur'ani di Desa Tangkit Baru.
Mengenai Saya
- Andi Amirullah (Petta Arullah)
- jambi, Indonesia
- Andi Amirullah (Petta Arullah) asekku' berdarah bugis tulen, lahir dalam keluarga petani yang sederhana di sebuah Desa Tangkit Baru dimana tempatku itu mayoritas penduduknya suku bugis, saya menulis dan menyalin sejarah Desa Tangkit Baru dikarenakan saya mencintai kampung halamanku agar esok generasi yang akan datang dapat mengetahui sejarah berdirinya desa ini.










|





