Most Popular
This Week
BOLA HALUWA' (Tempat Berkhalwat)
Bola Haluwa' – Tempat Khalwat di Tangkit Baru Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa (Puang Petta Haji Dunni) Bola Ha...
Arsip Tangkit Baru
Pelantikan Kepala Desa Pertama Drs. H. Andi Sanisiyu (Puang Petta H.Dunni) Di Pondok Pesantren Raudlatul Muhajirin Oktober 1988 ...
Putra - Putra Syekh Muhammad Sa'id
Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad), ulama dan tokoh perintis Desa Tangkit Baru Putra-Putra Syekh Muhammad Sa’id N...
ASAL USUL NAMA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru adalah nama yang baru setelah adanya pemekaran, Nama desa tangkit baru adalah jelmaan dari kampung baru RT 05 tangkit ya...
PEJUANG-PEJUANG PEMBANGUNAN DESA TANGKIT BARU
Berikut ini adalah tokoh-tokoh pejuang terpenting pembangunan Desa tangkit Baru gelombang pertama pada tahun 1968-1972. 20 Orang perintis a...
Biografi singkat Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad)
Biografi Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad) Pelita Ruhani dan Perintis Desa Tangkit Baru Di tengah hamparan rawa-rawa Jam...
DAFTAR KEPALA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru semula hanya merupakan sebuah RT 5 Kampung Baru Tangkit, Kemudian diberi nama menjadi RT 5 Kampung Baru Tangkit dan t...
Baso Patolai tentang kesejahteraan masyarakat Desa Tangkit Baru
Baso Patolai bergegas menemui tiga kawannya. Satu soal penting yang selama ini terus menghantui sarjana peternakan itu akan jadi topik o...
Dodol Nanas Tangkit Baru
Dodol Nanas Tangkit Baru TUMPUKAN buah nanas banyak ditemukan di sepanjang jalan Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten M...
Arief Sukses dengan Kolam Ikan 1 Hektar
Kolam ikan milik Arief yang luasnya mencapai 1 hektat Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi m...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Latest News
- 🗣️ Ceramah TQA
- 🧠 Cerdas Cermat Al-Qur'an (TPA & TQA)
- 📢 Adzan dan Iqomah
- 🌟 Tartil Al-Qur’an
- 🎙️ Tilawah Al-Qur’an
- 🗣️ Ceramah Agama (TPA)
- 📖 Hafalan Juz Amma
- 🖌️ Kaligrafi
- 🖍️ Menggambar & Mewarnai
- 🎤 Nasyid
- 🕌🧕 Busana Muslim
- Andi Amirullah (Petta Arullah)
- jambi, Indonesia
- Andi Amirullah (Petta Arullah) asekku' berdarah bugis tulen, lahir dalam keluarga petani yang sederhana di sebuah Desa Tangkit Baru dimana tempatku itu mayoritas penduduknya suku bugis, saya menulis dan menyalin sejarah Desa Tangkit Baru dikarenakan saya mencintai kampung halamanku agar esok generasi yang akan datang dapat mengetahui sejarah berdirinya desa ini.
Agama, Kegiatan, Mina Sukses, Pendidikan
Remaja Masjid Saiidiyah - Pembukaan FASI ke-XVII Tingkat Desa Tangkit Baru
Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI): Semangat Membentuk Generasi Qur’ani
Beberapa hari yang lalu, Desa Tangkit Baru kembali dipenuhi semarak dan keceriaan anak-anak dalam kegiatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan semangat religius serta mencetak generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia.
Dengan antusiasme luar biasa dari para peserta, orang tua, guru ngaji, dan masyarakat, FASI berlangsung meriah dan penuh makna. Berbagai cabang lomba seperti adzan, tilawah, hafalan doa, hingga ceramah cilik digelar untuk mengasah kemampuan spiritual dan kecintaan anak-anak terhadap Islam.
Pembukaan FASI ke-XVII
Dengan mengucap Bismillah, Festival Anak Sholeh Indonesia tingkat Desa Tangkit Baru resmi dibuka! Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi para peserta dan panitia.
Mari bersama Membangun Insan Salih, Cinta Masjid, Cinta Al-Qur'an.
Hari ke-1: Peragaan Sholat TKA
Dengan penuh semangat dan percaya diri, para peserta kecil tampil menunjukkan pemahaman dan praktik sholat sejak usia dini. Langkah kecil hari ini adalah pijakan besar menuju generasi saleh yang cinta masjid dan Al-Qur’an.
💫 Membangun Insan Salih, Cinta Masjid, Cinta Al-Qur’an
Hari ke-2: Ceramah TQA, Cerdas Cermat, Adzan & Iqomah
Cabang lomba:
Setiap peserta menunjukkan semangat dan dedikasi dalam menggali nilai-nilai Al-Qur'an serta melatih keterampilan dakwah dan syiar Islam.
Hari ke-3: Tartil & Tilawah Al-Qur’an
Cabang lomba:
Lantunan ayat-ayat suci menggema, menyentuh hati, dan menginspirasi. Semoga para peserta menjadi generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an dalam bacaan dan perbuatan.
💚 Membangun Insan Salih, Cinta Masjid, Cinta Al-Qur’an
Hari ke-4: Ceramah Agama TPA & Hafalan Juz Amma
Cabang lomba:
Hari ke-5: Kaligrafi, Mewarnai, Nasyid, Busana Muslim
Cabang lomba:
Ekspresi seni, kreativitas, dan keindahan Islami terpancar dari setiap coretan, suara, dan penampilan para peserta. Ajang ini bukan hanya lomba, tapi juga ruang tumbuh yang mempererat nilai-nilai Islam dalam keseharian anak-anak.
🌟 Penutupan FASI ke-XVII 🌟
Alhamdulillah, Festival Anak Sholeh Indonesia tingkat Desa Tangkit Baru tahun 2025 resmi ditutup dengan penuh kebahagiaan dan semangat ukhuwah. Terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dewan juri, dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
Semoga menjadi pengalaman berharga dan menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an dan masjid di kalangan generasi muda.
🎉 Pengumuman & Penghargaan
Selamat kepada para pemenang Lomba FASI ke-XVII tingkat Desa Tangkit Baru!
Kemenangan ini bukan hanya soal juara, tapi bukti dari usaha, semangat belajar, dan kecintaan kepada Al-Qur’an serta masjid. Teruslah menginspirasi dan menjadi teladan bagi teman-teman lainnya.
💚 Membangun Insan Salih, Cinta Masjid, Cinta Al-Qur’an
Agama, Kegiatan, Sejarah, Tokoh dan pejuang
Bola Haluwa' – Tempat Khalwat di Tangkit Baru

Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa (Puang Petta Haji Dunni)
Bola Haluwa' adalah istilah dalam bahasa Bugis yang berarti Rumah Khalwat atau Pondok/Tempat untuk Berkhalwat. “Bola” berarti rumah, sedangkan “Haluwa'” merujuk pada khalwat—yakni praktik menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Khalwat adalah tradisi dalam tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menyepi. Mereka yang menjalani khalwat adalah para pelaku
Bola Haluwa' milik Syekh Maulana Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa Di Desa Tangkit Baru, salah satu Bola Haluwa' yang terkenal adalah milik putra ke-3 Syekh Muhammad Sa'id, yaitu Syekh Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa, atau lebih dikenal dengan Puang Petta Haji Dunni. Rumah ini terletak di Parit 9 / RT 09. Bola Haluwa' ini berbentuk rumah panggung yang cukup tinggi, terdiri dari beberapa lantai. Lantai dasarnya terbuat dari semen, sementara lantai dua dan bagian atasnya terbuat dari papan dan beratapkan seng. Rumah ini dapat menampung banyak pe-dzikir atau pelaku suluk, dan sengaja dibangun agak jauh dari jalan utama. Kemungkinan besar hal ini disengaja untuk menjaga suasana yang tenang dan sunyi, sesuai pepatah Bugis: Massino-sino ri tengngana tau ega'e (Menyendiri di tengah keramaian manusia). Para murid dan jamaah di lingkungan Bola Haluwa' Syekh Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa adalah Mursyid ke-44-3 dalam Thariqah Khawatiyah Sammaniyah, yang dibai’at langsung oleh ayah beliau, Syekh Muhammad Sa'id, Mursyid ke-43. Teknik dzikir yang diajarkan ayahnya juga beliau terapkan kepada para murid dan muhibbin di Bola Haluwa'. TPA Assanis di Bola Haluwa' (tahun 90-an) Pada tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Bola Haluwa' aktif digunakan untuk khalwat dan kegiatan dzikir. Setelah itu, rumah ini beralih fungsi menjadi TPA Assanis, yang tetap dipimpin langsung oleh Syekh Abdul Kabir hingga wafatnya pada Mei 2008. Sesuai wasiat beliau, makam beliau kini berada di Bola Haluwa' tersebut. Saat ini, kegiatan TPA Assanis dilanjutkan oleh anak (Putri) ke-3 beliau dan kini berlokasi di depan Masjid Assaidiyyah, RT 05, Desa Tangkit Baru. Daftar Nama-nama yang mengisi di pondok / Bola Haluwa' Pencat silat Tsakut Tsati' Bola Haluwa' ini juga pernah di jadikan tempat latihan pencak silat bernama Tsakut Tsati dibawah kepemimpinan beliau.
Gotong royong kebersamaan santri di sekitar Bola Haluwa' Makam Syekh Maulana Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa di Bola Haluwa' Lokasi Makam Syekh Maulana Al Hajji Abdul Kabir Shohibul Khutubi Tsalasi - Desa Tangkit Baru - Muaro Jambi. 📍 Lokasi: Lihat di Google Maps Makam Beliau kini menjadi salah satu sejarah spritual di Desa Tangkit Baru dan salah satu makam yang ramai di kunjungi (Ziarah) baik masyarakat Desa Tangkit Baru, maupun dari luar, yang di masukkan menjadi daftar wisata religi di propinsi jambi.
Kunjungan Safari Manaqib MTQN Ponpes Suryalaya Jawa Barat ke Jambi - Desa Tangkit Baru Kunjungan Penggerak Thinbun Nabawi kabupaten Muara Bungo Kunjungan Team Pencari Fakta Makam Wali Di Muaro JambiRumah Khalwat di Desa Tangkit Baru

Peran Syekh Abdul Kabir sebagai Mursyid

Transformasi Menjadi TPA Assanis
Bola Haluwa' dan Kegiatan Lainnya



Makam Syekh Maulana Al- Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa



Kegiatan
Berita ini tampaknya sangat tidak disangka mengingat kekompakkan dan keserasian formasi band tersebut dan pada saat penampilan mereka tampil diatas pentas sungguh menarik perhatian penonton, dan kamipun keluarga, temen dekat mendukung sepenuhnya pada saat itu. Namun apa boleh dikata group musik kaboet band hanyalah tinggal kenangan.
Untuk MP3 n Video clip :
Kegiatan
Makkaleleng adalah Bentuk kerjasama yang didasari oleh saling percaya membersihkan kebun secara bergiliran/bergantian dari kebun satu kekebun lainnya secara bergotong royong dengan jumlah yang sudah disepakati bersama, dan Budaya Makkaleleng di Desa Tangkit Baru masih sengat kental dilakukan hingga saat ini, biasanya makkaleleng di Desa Tangkit Baru dilakukan 3-10 orang, namun sistem di Desa Tangkit Baru berbeda dengan Desa-desa lainnya perbedaan ini terlihat dari tanpa adanya pembagian hasil pada saat panen nanas tiba, cukup membersihkan kebun secara bergiliran saja dengan bersama-sama dengan prinsip Situlung-tulung (tolong-menolong), Sikamase-mase (saling mengasihani), sibaling (bekerjasama secara bergiliran), sibantu-bantu (saling membantu). karena prinsip inilah Budaya Makkaleleng masih bertahan sampai saat ini di Desa Tangkit Baru hingga terjalin rasa kekeluargaan yang begitu besar.
![]() |
| Tangkit Baru |
Disamping itu selain Makkaleleng di Desa Tangkit Baru ada juga yang di sebut dengan Mappuluang. Mappuluang adalah Suatu kegiatan yang dilakukan secara bergotong royong dengan skala besar yang di adakan oleh Orang tertentu dan apabila kegiatan tersebut telah selesai di adakan makan bersama. Kegiatan Mappuluang ini biasanya di Desa Tangkit Baru hanya dilakukan dikediaman Puang (Andre Gurutta') baik itu dari kebun Nanas, Massila Aju (membela kayu dengan kapak), Mappatettong Bola (Membangun rumah), dll.
Catatan : Massila Aju biasanya dan kebanyakan dilakukan dimalam hari.
Kegiatan
Kegiatan unik yang sering dilakukan anak-anak Desa Tangkit Baru pada malam hari ialah mattaratio, mattaratio adalah ungkapan bugis yang berarti memikat burung ayam-ayam atau ruak-ruak dengan menggunaan alat traditional yang terbuat dari bambu. Nama mattaratio diambil dari nama unggas itu sendiri dimana orang bugis menyebut unggas ini dengan nama taratio. biasanya kegiatan ini dilakuan 4-5 orang saja, mattaratio di Desa Tangkit Baru bisa dikatakan tradisi musiman, dimana tidak ada waktu-waktu tertentu melakukan kegiatan ini. adapun hasil tangkapan anak-anak tersebut tidak dijual melainkan hanya hiburan semata, dimana bisa kita lihat selepas selesai berburu unggas ini, hasil tangkapan mereka hanya dimakan bersama-sama selepas pulang dari mattaratio.
![]() |
| Alat yang digunakan memikat ayam-ayam/ruak-ruak |
1. 2 buah alat tiup tradisioal pemikat ( bergantian )
2. 1 buah jaring penghalang bila unggas ini terbang
3. Kurungan hasil tangkapan
4. Obat nyamuk.
5. Senter
Di era sekarang ini yang jaman semakin canggih banyak pemburu unggas jenis ini sudah menggunakan rekaman suara/peniru suara, baik dari handphone, speaker, dan jenis lainnya. namun anak-anak Desa Tangkit Baru enggan menggunakannya, dikarenakan menurut anak-anak tersebut karakter suara jantan unggas ini mempunyai 3 karakter, pertama untuk mengetahui posisi betina, memanggil, dan hasrat kawin. disini kita bisa memprediksi jarak betina dan mengganti sesuai yang diinginkan. bila unggas ini sudah mendekat namun ragu untuk menangkapnya usahakan senter dibagian mata sang unggas bisanya bila sudah disenter unggas ini tidak bergerak.
catatan : Unggas ini sangat sensitif, bila berburu unggas ini tidak boleh berisik atau banyak gerak, dan biasanya perburuan tidak dilakukan bila sedang bulan purama.
Kegiatan
Didesa Tangkit Baru pada tahun 2000 kebawah tradisi makkaremo masih rutin dilakukan setiap tahunnya, apabila musim kemarau tiba masyarakat desa tangkit baru berbondong-bondong mencari ikan disebuah lubuk, berbekal parang panjang dan karung yang tak lupa membawa nasi bungkus dari rumah, namun banyak juga yang membawa bekal makanan hanya nasi dan garam karna pada saat istirahat hasil tangkapan dibakar dan dikasih garam untuk lauknya. perubahan waktu dan jaman modrn ini tradisi makkaremo sudah jarang terlihat meskipun tidak hilang.
Pencarian ikan ini juga mempunyai tempat-tempat ideal yang mana setiap tahunnya masarakat selalu mengunjunginya dan memberikan nama-nama khusus diantaranya di parit 10 nama nya lubuk terung tapi lubuk itu di gemari warga sungai terap, parit 9 masyarakat sering menyebutnya dengan sebutan Lubuk Abbisang Jala, parit 8 lubuk biawang, parit 7 disebut Sebrang, parit 6 disebut dengan Sungai Jernih dan tempat-tampat ikan yang lokasinya kecil disebut dengan Longkang.
Adapun nama-nama ikan yang di dapat diantaranya :
1. Bale Bolong (ikan gabus)
2. Bale Tomang (ikan toman)
3. Bale buju' (???)
4. Bale serandang ( ??? ) sudah punah <---<< ikan ini unik bila desentuh dia pura-pura mati
5. Bale ceppe' (ikan Betok)
6. Bale jangkok ( ikan sepat)
7. Bale biawang (tembakang)
8. Oseng (ikan betok besar)
9. Bale aga firolah (fusa) hehe
Namun di antara sekian banyaknya lubuk, di Desa Tangkit Baru mempunyai sebuah empang yang cukup besar, masyarakat Desa Tangkit Baru menyebutnya dengan FANGEMPANG LOPPO'E, empang ini kepunyaan Syekh Muhammad Said (Puang Muhammad) yang digali secara gotong royong oleh masyarakat Desa Tangkit Baru tempo dulu. meskipun disebut empang, empang ini tidak diberi bibit, hanya saja setiap tahunnya rutin di bersihkan dan di ambil ikannya, dikarenakan setiap tahunnya empang ini tenggelam.
Hasil tangkapan di desa Tangkit Baru :
Click to see fullsize
Click to see fullsize






















