Geliat Proyek Kemakmuran Hijau kini telah menjalar ke banyak daerah di Indonesia. Salah satu lokasi yang menjadi lokasi proyek adalah Kabupaten Muaro Jambi yang menjadi kabupaten starter. Di Kabupaten Muaro Jambi ternyata banyak menyimpan potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi industri kecil yang sangat berdaya menggerakkan perekomonian rakyat. Perkebunan nenas yang cukup banyak dikelola rakyat tak nyana menjadi sumber pendapatan yang cukup bernilai. Perkebunan nenas ini berlokasi di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dikelola oleh masyarakat pendatang asal Sulawesi Selatan yang telah turun temurun menempati daerah tersebut.
Most Popular
This Week
BOLA HALUWA' (Tempat Berkhalwat)
Bola Haluwa' – Tempat Khalwat di Tangkit Baru Maulana Al-Hajji Abdul Kabir Shohibul Kutubi Tsalasa (Puang Petta Haji Dunni) Bola Ha...
Arsip Tangkit Baru
Pelantikan Kepala Desa Pertama Drs. H. Andi Sanisiyu (Puang Petta H.Dunni) Di Pondok Pesantren Raudlatul Muhajirin Oktober 1988 ...
Putra - Putra Syekh Muhammad Sa'id
Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad), ulama dan tokoh perintis Desa Tangkit Baru Putra-Putra Syekh Muhammad Sa’id N...
ASAL USUL NAMA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru adalah nama yang baru setelah adanya pemekaran, Nama desa tangkit baru adalah jelmaan dari kampung baru RT 05 tangkit ya...
PEJUANG-PEJUANG PEMBANGUNAN DESA TANGKIT BARU
Berikut ini adalah tokoh-tokoh pejuang terpenting pembangunan Desa tangkit Baru gelombang pertama pada tahun 1968-1972. 20 Orang perintis a...
Biografi singkat Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad)
Biografi Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad) Pelita Ruhani dan Perintis Desa Tangkit Baru Di tengah hamparan rawa-rawa Jam...
DAFTAR KEPALA DESA TANGKIT BARU
Desa Tangkit Baru semula hanya merupakan sebuah RT 5 Kampung Baru Tangkit, Kemudian diberi nama menjadi RT 5 Kampung Baru Tangkit dan t...
Baso Patolai tentang kesejahteraan masyarakat Desa Tangkit Baru
Baso Patolai bergegas menemui tiga kawannya. Satu soal penting yang selama ini terus menghantui sarjana peternakan itu akan jadi topik o...
Dodol Nanas Tangkit Baru
Dodol Nanas Tangkit Baru TUMPUKAN buah nanas banyak ditemukan di sepanjang jalan Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten M...
Arief Sukses dengan Kolam Ikan 1 Hektar
Kolam ikan milik Arief yang luasnya mencapai 1 hektat Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi m...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Latest News
Agama, Desa Tangkit Baru, Sejarah, Tokoh dan pejuang
Biografi Syekh Muhammad Sa’id (Puang Muhammad)
Pelita Ruhani dan Perintis Desa Tangkit Baru
Di tengah hamparan rawa-rawa Jambi yang sunyi dan belum tersentuh pembangunan, muncullah seorang lelaki sederhana, bersarung, dan peci bugis (songkok bugis). Ia datang bukan membawa kekuasaan, melainkan cahaya ilmu, keyakinan, dan doa. Dialah Syekh Muhammad Sa’id, yang dikenal pula sebagai Puang Muhammad, seorang ulama yang kelak menjadi poros utama terbentuknya desa Tangkit Baru.
Tangkit Baru dulu bukanlah tempat yang mudah dihuni. Hutan rawa, Air hitam, binatang buas, dan belukar lebat adalah teman sehari-hari bagi siapa pun yang tinggal. Namun Syekh Muhammad Sa’id melihatnya bukan sebagai kesulitan, melainkan kesempatan perjuangan. Ia memimpin bukan dengan suara keras, tapi dengan keteladanan dan kesabaran. Bersama para Putra dan perintis lainnya, ia membuka jalan, membersihkan lahan, dan membangun perkampungan yang kelak menjadi tempat bernaung generasi masa depan.
Syekh Muhammad Sa’id dikenal masyarakat sebagai guru ruhani yang mendalam. Ia mengajarkan tawadhu’, tauhid, dan amaliyah nyata. Beliau tidak hanya mendirikan majelis ilmu, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam suka dan duka, menengahi konflik, dan memberi nasihat dengan kalimat yang penuh hikmah. Setiap petuahnya menyentuh, dan setiap gerak-geriknya mencerminkan kebijaksanaan seorang wali Allah.
Meski tak banyak peninggalan fisik yang bisa disentuh, namun warisan Syekh Muhammad Sa’id hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Tangkit Baru. Ia mewariskan akhlak, keberanian, dan visi hidup Islami. Para orang tua masih menyebut namanya dalam doa, dan para cucunya tumbuh dengan mendengar cerita tentang beliau. Ia adalah sosok yang membentuk wajah kampung—dari segi batin, bukan sekadar bangunan.
Hari ini, ketika pembangunan berdiri megah dan jalan-jalan telah terbuka, nama beliau perlahan mulai memudar di ingatan generasi muda. Tapi sejarah sejati tidak pernah mati. Ia hanya menunggu untuk dihidupkan kembali. Melalui halaman ini, kita ingin mengabadikan jejak beliau, agar Tangkit Baru tidak lupa dari siapa ia berasal, dan agar anak cucu tahu: desa ini dibangun bukan hanya dengan Cangkul dan Kapak, tapi dengan dzikir, air mata, dan ketulusan seorang ulama bernama Syekh Muhammad Sa’id.
Semoga Allah SWT merahmati beliau, mengangkat derajatnya di sisi para wali-Nya, dan menjadikan kita bagian dari penerus perjuangan beliau. Amin.
Desa Tangkit Baru
Baso Patolai bergegas menemui tiga kawannya. Satu soal penting yang selama ini terus menghantui sarjana peternakan itu akan jadi topik obrolan mereka kala itu. Yakni tentang kesejahteraan masyarakat Desa Tangkit Baru, desa kecil yang berada 20 kilometer di sebelah selatan Kota Jambi. Tangkit Baru yang menjadi tempat tinggal Baso dan kawan-kawannya berada di Kecamatan Ulu Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Akhirnya pertemuan empat sekawan pada enam tahun silam itu membuahkan hasil. Setiap orang diantara mereka akan mencari sembilan orang untuk membentuk kelompok. Singkat cerita telah terkumpul 40 orang dan masing-masing kemudian patungan Rp 1 juta sebagai modal. Modal awal tersebut kemudian digunakan membeli tanah 3,5 hektar seharga Rp 35 juta untuk dijadikan kolam ikan. Dengan bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Jambi yang menyumbangkan mesin penggali (excavator), akhirnya terbentuk 40 kolam. Kelompok mereka dinamai Kelompok Perikanan Mina Sukses dengan Baso sebagai ketuanya.
Setelah itu kolam langsung diisi dengan benih ikan patin. Rata-rata modal satu kolam sejak benih dimasukkan sampai panen sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Rupanya, modal inilah yang belakangan jadi kendala. ??Usaha kami belum bisa berkembang karena masih kesulitan modal,?? kata Baso yang mengambil pendidikan S2 di Universitas Andalas, Padang.
Di saat yang sama, pada 2004 Bank Indonesia (BI) dan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tengah mengadakan pelatihan menjadi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB). Tujuan utamanya adalah membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk memperoleh dana dari bank. Mereka akan dibekali kemampuan menjadi konsultan keuangan.
Maka Baso pun mendaftar sebagai peserta. Setahun setelah itu, selain sebagai pembudidaya patin, Baso juga bertugas sebagai KKMB. Sejak saat itu, Baso giat menjemput modal dari bank demi kelanjutan usaha kelompoknya. ??Saya termotivasi untuk bisa mengakses dana dari bank,?? ujar Baso mengaku.
Berkat semangat membara itulah, pada 2007 Baso berhasil mengakses kredit sekitar Rp 1,4 miliar dari total nilai kredit yang diajukan sebesar Rp 1,9 miliar. Kredit tersebut merupakan realisasi 12 proposal dari 14 proposal yang diajukan. Atas prestasinya, Baso terpilih menjadi KKMB teladan I 2007.
Kini UMKM binaan Baso yang juga peraih Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan tingkat Provinsi Jambi pada 2005, mencapai 100 lebih yang tergabung dalam 18 kelompok. Usaha budidaya patin di Tangkit Baru saat ini telah mampu berproduksi 15 ton per hari. Usaha tersebut bahkan telah terintegrasi dengan usaha pembuatan pakan, transportasi, pembenihan sampai ke pengolahan patin, yakni abon ikan patin dan salai ikan patin skala rumah tangga.
Kisah sukses Baso mendapatkan pinjaman modal dari bank juga diikuti oleh dua KKMB lainnya, Sulaeman dan Suci Nur Laila. Sulaeman, sarjana ekonomi yang sehari-hari menjadi pengajar sosiologi di Sumatera Utara ini berpredikat sebagai KKMB sejak 2005. Pada 2007 dia berhasil memperoleh kredit sebesar Rp 430 juta dari total kredit yang diajukan senilai Rp 13,13 miliar. Proposal yang disetujui adalah 2 dari 9 proposal yang diajukan.
Sedangkan Suci, penerima penghargaan KKMB Teladan III, berhasil merealisasikan kredit UMKM sebesar Rp 310 juta yang berasal dari 12 proposal UMKM binaan di Sidoharjo, Jawa Timur. Di wilayah tersebut, Suci yang juga aktif di LSM membantu kaum perempuan mencari tambahan penghasilan. Yaitu dengan menumbuhkan industri pengolahan hasil perikanan seperti kerupuk ikan.
Para KKMB menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan ?C DKP, Martani Huseini sengaja dibentuk demi melayani UMKM, kaum akar rumput yang miskin modal. ??Tugas utama mereka melatih UMKM berhubungan dengan pendanaan. Karena itu dia harus mengerti soal teknis dan perbankan,?? kata Martani.
www.trobos.com
Desa Tangkit Baru
"Iya, di Indonesia baru ada di Tangkit Baru, dan untuk Asia Tenggara baru ada di Thailand dan Indonesia," ujar Arief saat bertemu Tribun beberapa waktu lalu.
Usahanya yang kini besar itu, bukan datang begitu saja. Ia membangunnya pada tahun 2010, yang awalnya hanya tiga kolam. Ia merasakan jatuh bangun merintis usaha budidaya ikan patin termasuk saat memasarkannya.
"Wah, saya dulu pokoknya sudah puas kena tipu sana-sini Mas. Apalagi pelaku budidaya ikan patin ini kan sudah ada sejak dulu. Pernah saya ditipu pedagang yang memesan ikan, tetapi uang yang saya terima tidak ada. Kalau dikalkulasi jumlah uang yang tidak saya dapat bisa mencapai jutaan rupiah," katanya mengenang.
Pengalaman getir itu menjadi pelajaran penting baginya tanpa kehilangan semangat berusaha. Kemudian, Arief pun sering mengikuti pelatihan dan pembekalan cara beternak ikan yang baik dan benar.
"Saya sering ikut pelatihan, bahkan bantuan dari perusahaan swasta seperti EMP Gelam cukup menjadi motivasi dan bantuan yang berguna untuk saya," tuturnya.
Prinsip ingin maju dan mensejahterakan warga sekitar pun dilakukannya dengan mengajak beberapa warga untuk membantunya beternak. Ia menerapkan sistem bagi hasil. Alhasil dari tiga kolam yang dimiliki dengan selang waktu empat tahun, Arief kini memiliki 100 kolam ikan patin dan ikan lainnya serta satu kolam dengan luas satu hektare tersebut.
Setiap hari saja, ia dan rekan-rekannya dapat memanen 1,5 ton ikan segar. Selanjutnya ikan itu dilempar ke sejumlah pasar dalam Provinsi Jambi dan luar Jambi.
"Saya kini sudah mengajak lebih dari 50 orang warga untuk mengelola kolam yang saya miliki, dan memelihara 10 “tuyul” untuk menjualnya,"sebutnya sambil tertawa.
Maksud “tuyul” yang dikatakan Arief tersebut ialah, pegawai yang membantunya untuk memasarkan ikan ke pasar-pasar besar yang ada di Kota Jambi dengan menggunakan motor. Kendaraan itu ia beli dan para tenaga pemasaran tersebut mencicil.
Untuk kolam seluas satu hektare yang dimilikinya, untuk satu kali panen dapat menghasilkan ikan segar sebanyak 64 ton. Bibit ikan yang ditabur ke kolam ini juga tidak tanggung-tanggung yaitu sebanyak 275.000 ekor. Dengan pakan sebanyak 150 kilogram sekali tebar.
Sumber : eko prasetyo Tribun Jambi
Desa Tangkit Baru
Geliat Proyek Kemakmuran Hijau kini telah menjalar ke banyak daerah di Indonesia. Salah satu lokasi yang menjadi lokasi proyek adalah Kabupaten Muaro Jambi yang menjadi kabupaten starter. Di Kabupaten Muaro Jambi ternyata banyak menyimpan potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi industri kecil yang sangat berdaya menggerakkan perekomonian rakyat. Perkebunan nenas yang cukup banyak dikelola rakyat tak nyana menjadi sumber pendapatan yang cukup bernilai. Perkebunan nenas ini berlokasi di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dikelola oleh masyarakat pendatang asal Sulawesi Selatan yang telah turun temurun menempati daerah tersebut.
Desa Tangkit Baru
Desa Tangkit Baru

Desa tangkit baru dulunya sangat menyeramkan hanya di penuhi hutan belantara dihiasi dengan rawa-rawa dan digenangi air setinggi pundak,daerah itu ibarat gadis belum " Dipoles " mengapa dikatakan demikian, karena lokasi itu sungguh tiada tanda-tanda kehidupan... desa-desa disekelilingpun enggan meliriknya, karna kegigihan orang tua sedikit demi sedikit mendandani daerah tersebut sehingga terbentuklah sebuah kata DESA.
Sekarang desaku sungguh polos dan chantik aduhai, indah seperti karunia tuhan yang tak ternilai, ih... desaku sungguh imut sehingga desa-desa yang dulu cuex minta ampun sekarang memperebukatnnya. Aku sungguh bangga dengan orang tua dulu yang telah membangun desa tangkit baru seperti sekarang...
Desaku sekarang seperti GADIS PERAWAN yang diperebutkan lelaki. Bila desaku bisa bicara dia pasti berkata " HAI DIMANA DIRIMU DULU KAWAN MENTELANTARKAN DIRIKU, KETIKA DIRIKU CHANTIK ENGKAU MEMBUTUHKAN DIRIKU, TAPI PERLU ENGKAU INGAT BILA ENGKAU MENGAMBILKU DENGAN PAKSA WARGAKU TAK AKAN MELEPASKANKU BEGITU SAJA KARNA WARGAKU BUKANLAH SEORANG PECUNDANG.
Kata-kata ini terinspirasi ketika aku pulang kekampung halamanku di desa tangkit baru, TGL 15-05-10.
Mengenai Saya
- Andi Amirullah (Petta Arullah)
- jambi, Indonesia
- Andi Amirullah (Petta Arullah) asekku' berdarah bugis tulen, lahir dalam keluarga petani yang sederhana di sebuah Desa Tangkit Baru dimana tempatku itu mayoritas penduduknya suku bugis, saya menulis dan menyalin sejarah Desa Tangkit Baru dikarenakan saya mencintai kampung halamanku agar esok generasi yang akan datang dapat mengetahui sejarah berdirinya desa ini.